Indonesia Sebagai
sebuah negara yang besar dan kaya raya, Indonesia di mata dunia lebih dikenal bukan
karena prestasi yang membanggakan, melainkan karena berbagai image buruknya.
Korupsi, kemiskinan, pengangguran dan berbagai konflik lainnya sudah bukan hal
baru dan selalu terdengar dari negeri kita tercinta ini. Namun
siapa sangka, dari negeri yang telah ter-image buruk ini lahir anak
bangsa berkualitas yang mampu mengangkat pamor Indonesia. Mereka mampu membuktikan diri bahwa mereka juga
bisa berprestasi sehingga dikenal oleh dunia.Inilah beberapa desainer yang karyanya dikenal dunia
1. Anne Avantie
Anne Avantie (lahir di Semarang, Indonesia, 20 Mei 1964; umur 49 tahun) adalah perancang busana Indonesia yang terkenal melalui berbagai koleksi kebaya hasil karyanya. Kebaya hasil karyanya telah dikenal di skala internasional dan sering dipakai oleh para selebriti Indonesia hingga sejumlah raju sejagat (Miss Universe) yang pernah datang ke Indonesia.Anne Avantie dilahirkan di RS Bunda, Semarang pada tanggal 20 Mei 1964 dengan nama asli Sianne Avantie.Bersama kedua orang tuanya yang merupakan warna keturunan Tionghoa, Anne menghabiskan masa kecilnya di kota Solo. Ayahnya, Hari Alexander memiliki usaha variasi mobil, sedangkan ibunya, Amie Indriati memiliki usaha salon.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Anne telah menunjukkan
kreatifitasnya dalam dunia mode, di antaranya adalah kemampuannya
membuat berbagai pita/hiasan rambut untuk dijual ke teman-temannya.Avantie menikah dengan Yoseph Henry memiliki 3 orang anak, yaitu Intan
Avantie, Ernest Christoga Susilo dan Ian Tadio Christoga Susilo.Sejak kecil, Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikan dalam dunia mode. Dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan remaja lainnya di Solo.Pada tahun 1989, Anne memulai kariernys sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit.Tempat usaha pertamanya itu diberi nama "Griya Busana Permatasari".Pada mulanya, dia banyak membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik.Hingga tahun 2010, Anne memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén, Grand Indonesia.Selain itu, Anne juga memiliki toko bernama "PENDOPO" yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM).
Rancangan Karya desain ANNE AVANTIE :

Rancangan Karya desain ANNE AVANTIE :
2. HARRY DARSONO

KARYA RANCANGAN HARRY DARSONO
3. Ghea S. Panggabean

Wanita yang memiliki nama lengkap Ghea Sukasah Panggabean lahir pada
tanggal 1 Maret 1955. Meskipun terdaftar sebagai Waga Negara Indonesia
(WNI), tetapi dia dilahirkan di kota Rotterdam, Belanda. Ghea Sukasah
Panggabean atau biasa dipanggil Ghea adalah putri dari pasangan suami
istri bernama Sutardi Sukarya dan Janne Jannie Horneman. Ghea memiliki hobi dan sangat senang sekali menggambar. Bakat
tersebut terbentuk bahkan semenjak dia masih kecil. Pada pendidikan
tingkat dasar, Ghea bersekolah di Jerman Barat. Selanjutnya pada
pendidikan tingkat menengah, dia mengenyam pendidikan di Rotterdam.
Setelah lama mengais ilmu di luar negeri, Ghea akhirnya kembali ke tanah
air untuk melanjutkan pendidikan menengahnya. Dia sempat bersekolah di
Tarakanita. Setelah itu, dia melanjutkan ke bangku perkuliahan di Perguruan
Tinggi Trisakti mengambil jurusan seni rupa, namun dia terdaftar sebagai
mahasiswi di sana hanya selama setahun. Setelah menyerap pendidikan dan
ilmu di tanah air sendiri, Ghea melanjutkan pendidikan perkuliahannya
di Lucie Clayton College of Dres smaking Fashion Design pada tahun 1976
hingga 1978). Selanjutnya, Ghea diterima di sebuah institusi pendidikan
yang mengajarkan dunia busana / fashion, Chelsea Academy of Fashion,
London pada tahun 1979. Setelah berkecimpung cukup lama dalam menyerap pengetahuannya dalam
dunia fashion, Ghea mulai merintis kariernya sebagai desainer muda.
Salah satu karya Ghea sebagai desainer muda yang menarik perhatian
adalah ketika dia menggunakan motif jumputan Palembang dan Jawa. Dalam
tiap peragaan busana, Ghea sangat suka menggunakan motif kain
tradisional. Ghea menuturkan bahwa ia sangat mencintai Indonesia dan ia
pernah menyelenggarakan peragaan busana sebagai bentuk dedikasinya
selama 30 tahun terhadap Indonesia. Selain mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di tanah air,
Ghea juga mendapatkan pujian ketika dia mengemas kain tradisional di
dalam sebuah peragaan busana di kota Milan yang merupakan kiblatnya
dunia mode. Salah satu yang memuji kekreativitasan Ghea adalah General
Manager Alta Roma yang merupakan Asosiasi Mode dan Perancang Busana di
Roma, Italia.


keren :) sukses
BalasHapusthank you ya buat solusinya...
BalasHapus