Halaman

Senin, 26 Agustus 2013

PenyaNyi Solo Pria IndoneSia Yang digemari kaum Hawa

Hmmmm kaLI ini saya mau posting penyanyi solo muda yang sedang digemari Kaum Hawa siapaa aja mereka cekidooottttt yukkkk

1. Afgan
Afgan Syah Reza (lahir di Jakarta, 27 Mei 1989; umur 24 tahun) adalah Penyanyi Indonesia berdarah Minangkabau. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini merilis debut albumnya berjudul Confession No.1 di bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi pop, soul, R&B, dan jazz dan mengandalkan lagu "Terima Kasih Cinta", "Klise", "Sadis", dan "Tanpa Batas Waktu".Penggarapan video klip untuk lagu "Terima Kasih Cinta" dengan pendukung Thalita Latief dikerjakan oleh sutradara Jose Purnomo. Album ini diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG dan penggarapannya dibantu sejumlah musisi ternama antara lain Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, dan Dian Pramana Putra, dan Bebi Romeo sebagai komposer.. Pada tahun 2010, Afgan mengeluarkan album keduanya, yang diberi judul "The One".Alasan mengapa album keduanya bertajuk "The One", karena tahun 2010 adalah tahun yang istimewa, ia merilis album dan filmnya dalam waktu yang bersamaan, maka dari itu album keduanya 
diberi judul "The One". Di album tersebut Afgan menyanyikan 12 lagu plus 1 bonus track "PadaMu Kubersujud". Single pertamanya adalah Cinta 2 Hati, yang sekaligus juga menjadi Soundtrack film perdananya, Cinta 2 Hati.Afgan dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Bahkan Afgan sejak di bangku sekolah menengah sudah sering didaulat untuk menyanyi meskipun selalu ditampiknya karena malu. Kariernya diawali ketika bersama teman-temannya berkunjung ke WannaB Instant Recording Studio. Di studio ini mereka menyanyi dan merekamnya dalam CD untuk koleksi pribadi. Di luar dugaan ternyata Afgan terpantau oleh Produser WannaB Music Production yang langsung menawarinya rekaman. Awalnya ia sempat ragu tapi akhirnya menerima juga dan ia langsung masuk dapur rekaman.Ternyata album pertamanya diminati khalayak dan mampu menempati posisi tertinggi di tangga lagu hit radio dan televisi terkemuka Indonesia. Tahun 2009 Afgan mulai menjajal kemampuannya di dunia film. Namun karena masih ragu dengan kemampuan aktingnya dia hanya berani bermain sebagai dirinya sendiri (Cameo) dalam film layar lebar berjudul "Bukan Cinta Biasa" yang pemeran utamanya pendatang baru Olivia Lubis Jensen.Dalam film ini Afgan juga menyumbang lagu sebagai jalur suara dengan judul lagu yang sama dengan judul film tersebut. Dan Afgan juga membentuk Group Fans yang bernama Afganisme.

Vidi Aldiano (lahir di Jakarta, 29 Maret 1990; umur 23 tahun; terlahir dengan nama Oxavia Aldiano) adalah seorang penyanyi Indonesia. Vidi telah mengeluarkan album yang berjudul Pelangi di Malam Hari, Lelaki Pilihan dan Yang Kedua. Vidi juga pernah mengikuti festival Java Jazz 2005. Vidi juga membawakan beberapa lagu daur ulang berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang pernah dipopulerkan oleh Sheila Madjid dan Nuansa Bening yang dipopulerkan oleh Keenan Nasution. Vidi Aldiano dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono untuk membawakan lagu ciptaannya yang berjudul Jiwaku Terang Di Malam Itu.Vidi Aldiano memiliki fans club bernama VIDIES.Vidi yang 
berdarah Minangkabau ini dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai apresiasi tinggi akan musik. Ia mahir bermain piano sejak usia 3 tahun, melalui bimbingan ibunya yang merupakan guru piano.Di usia 2,5 tahun, ia sudah meraih juara kedua menyanyi untuk tingkat kanak-kanak. Jadilah semenjak di sekolah dasar Vidi diandalkan sebagai duta kesenian sekolah.Beranjak remaja, Vidi mulai menekuni alat musik biola. Saat duduk di SMU, Vidi mulai tergabung dalam band dan prestasinya di band ini ditunjukkannya dengan meraih juara pertama dalam 1ncredible Band Festival 2007.Karier keartisan Vidi berawal ketika sang ayah, Harry Kiss, seorang pemilik usaha event organizer terkenal menyadari bakat terpendam anaknya dan menawarkan album demo kepada teman-temannya pemilik perusahan rekaman. Sayangnya, album demo tersebut ditolak karena tren penyanyi solo pria tidak populer saat itu. Setelah enam kali mengalami penolakan dari perusahaan rekaman, akhirnya pada tahun 2009 produser musik Lala Hamid tergerak untuk memproduseri single Vidi setelah terpukau akan penampilan Vidi dalam sebuah kesempatan.Akhirnya, pihak Trinity Optima Production menerima Vidi untuk merilis album keduanya. Ia merilis album Yang Kedua dengan hits Datang dan Kembali dan Gadis Genit dan Lupakan saja mantanmu..

Petra Sihombing (lahir di Jakarta, Indonesia, 10 April 1992; umur 21 tahun) merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Besar di keluarga yang dekat dengan musik, Petra tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya piawai bernyanyi, tetapi juga pandai bermain gitar dan piano. Belum lagi dukungan yang didapat dari wajah tampan dan nama besar sang ayah, lengkap sudah modalnya untuk sukses di dunia intertainment.
Bakat musik Petra sudah terlihat sejak dirinya berusia 3 tahun. Namun, setelah beranjak besar, dirinya mulai malu untuk bernyanyi, sebagai seorang bocah laki-laki. Berhenti dari menyanyi, Petra mulai bermain dram pada usia 7 tahun dan gitar pada usia 12 tahun. Setahun kemudian, dirinya mulai membuat lagu dan mengaransemen. Semua musikalitas Petra terasah dengan sendirinya bersama sang ayah.Dukungan dari keluarga membuatnya memutuskan untuk membuat album dengan lagu dan aransemen ciptaan sendiri. Lagu-lagunya pun diambil Petra dari kumpulan lagu yang diciptakannya sejak 15 tahun.Sayangnya tidak ada perusahaan label mayor yang mau menerimanya. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk mengedarkan albumnya secara indie. Oleh karenanya, sang ayah pun harus menjual mobil untuk membiayai album pertamanya ini.Dari penjualan indie, Petra pun 'dilamar' oleh sebuah label dan tampil di beberapa program musik di televisi. Nama, lagu, dan penampilan Petra pun mulai disukai pecinta musik Indonesia, dan lagunya Cinta Tak Kemana-Mana pun mulai populer.Saat ini Petra masih kuliah jurusan Komposisi Musik di Institut Musik Indonesia (IMI).

syahbudin Syukur dikenal dengan nama Budi Doremi (lahir di Serang, Banten, Indonesia, 19 September 1984; umur 28 tahun) adalah penyanyi solo yang sukses dengan lagu "Do Re Mi" yang telah menyemarakkan blantika musik Indonesia. Budi menyebut genre musiknya sebagai Pop Reggaenerasi, yaitu aliran Pop yang disegarkan dengan sentuhan irama Reggae.Budi mempunyai nama asli Syahbudin Syukur, asli Banten lahir di Serang 19 September 1984, anak dari Rachmatullah (ayah) dan Swaryah (ibu). Meski terbilang baru di industri musik Indonesia namun sebenarnya perjalanan Budi terbilang panjang. Budi tumbuh sebagai remaja di Banten dan Lampung. Saat itu Budi menggemari The Moffats dan Hanson. Sempat juga Budi tergila-gila dengan musik skillful seperti Van Hallen, Extreme, Mr. Big sampai God Bless. Kemudian saat merantau ke Yogyakarta dan Bandung, Budi berkenalan dengan lebih banyak lagi jenis musik. Dan Bandung yang jadi perhentian terakhir yang mengenalkan pada Sondre Lerche, Raul Midon, Jack johnson sampai Cozy Street Corner. Bandung dan Raul Midon memang istimewa di hati Budi karena kedua hal itu yang membuat Budi menemukan keyakinan bahwa memang Budi lebih nyaman menjadi penyanyi solo. Setelah hilir mudik tampil di berbagai panggung musik bahkan pernah sampai pada titik keputus-asaan, akhirnya pada suatu kesempatan Budi dipertemukan dengan sebuah perusahaan rekaman Wanna B Music Production. Tidak seperti demo kebanyakan musisi yang dikirim dalam bentuk CD rekaman audio, Budi sengaja membuat demo musik secara serius bersama teman-teman karena inilah wujud perjuangannya. Budi membuat demo itu seartistik mungkin dalam bentuk video dalam kemasan eksklusif. Budi yakin kiat ini akan mampu menarik perhatian pihak Label di antara puluhan bahkan ratusan cd demo yang mereka terima. Akhirnya prediksi Budi benar, Wannab Music Production pun langsung tertarik dan yang sangat menggembirakan, pihak label tidak mendikte Budi dan membebaskan sepenuhnya Budi menuangkan kreatifitasnya dalam lagu sesuai dengan karakternya. Maka jadilah single “Doremi” 

5. Ello
 Marcello Tahitoe yang lebih dikenal dengan nama Ello (lahir di Jakarta, 20 Februari 1983; umur 30 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia. Bakat bernyanyinya diturunkan dari kedua orang tuanya yang telah terkenal sebagai artis di masanya. Ia adalah putra dari musikus dan pengarang lagu berdarah Maluku Minggoes Tahitoe dan penyanyi pop senior berdarah Batak yang sangat terkenal di tahun 1980an Diana Nasution. Ello baru mengeluarkan album musiknya tak lebih dari tiga album.Debut albumnya yang berjudul namanya sendiri dirilis pada 28 Februari 2005 dan masuk dalam deretan album terlaris. Ini tak lepas dari hit singlenya yang berjudul Pergi Untuk Kembali yang tak lain adalah karya ayahnya sendiri. Hingga saat ini album tersebut telah membukukan angka penjualan lebih dari 150 ribu kopi, dan berhak untuk mendapatkan sertifikat PLATINUM.Pada bulan Maret 2012, Ello meluncurkan sebuah album yang diberi judul Taub Mumu. Album tersebut berisikan 11 buah lagu baru. Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia.Eksistensi Ello semakin kuat saat Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005 memberikan dua penghargaan baik untuk album maupun dirinya sendiri, yaitu “Album Terbaik” dan “Pendatang Baru Terbaik”Ello adalah anak ke-tiga dari pasangan musikus Minggus Tahitoe dan Diana Nasution.Saat ini dia lulusan Diploma Periklanan - FISIP UI.

6. Adera

Adera (lahir di Jakarta, Indonesia, 6 Januari 1986; umur 27 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Adera memulai kariernya di dunia musik pada tahun 2011. Album pertamanya ialah Lebih Indah dirilis pada tahun 2011. Adera adalah anak dari penyanyi Indonesia Ebiet G. Ade. Adera melaksanakan konser megakaryanya pada 29 Desember 2012 di dome UMM. Acara ini menghabiskan dana sekitar 30 juta yang kesemuanya ditanggung mahasiswa fakultas kedokteran UMM.

4 komentar: